Gejala Dan Penyebab Kanker Payudara

Gejala Dan Penyebab Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara

Gejala dari kanker payudara yang paling mudah dikenali adalah adanya pembengkakan atau benjolan, rasa nyeri pada puting payudara dan iritasi kulit pada payudara.

Pada umumnya benjolan yang muncul keras, tidak menyakitkan, dan mempunyai batas tepi yang tidak rata yang bisa ditemukan di ketiak atau area payudara.

Gejala lainnya yaitu adanya penebalan pada kulit payudara, puting payudara masuk ke dalam, keluar sisik yang berwarna kemerahan, dan cairan aneh yang keluar dari puting payudara.

Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa kanker payudara sudah berada dalam kondisi yang parah sehingga penanganannya jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan kanker payudara pada stadium dini.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang bisa ditemukan pada penderita kanker payudara, diantaranya:

  • Benjolan atau pembengkakan

Adanya benjolan yang keluar dari salah satu payudara adalah salah satu gejala yang sering ditemukan pada penderita kanker payudara. Benjolan ini mengakibatkan salah satu payudara menjadi lebih berat sehingga kedua payudara tidak memiliki berat yang seimbang.

Benjolan yang muncul pada payudara biasanya lunak, namun bisa juga keras dengan bentuk yang tidak teratur.

Benjolan yang bisa ditekan atau digeser adalah tanda bahwa kanker payudara masih dalam stadium yang rendah.

Namun bila benjolan tersebut keras, berukuran besar, dan tidak dapat digeser maka itu adalah tanda bahwa kanker payudara sudah dalam stadium yang tinggi.

 

  • Puting masuk ke dalam (nipple retraction)

Penyebab dari putting yang masuk ke dalam adalah karena tumbuhnya sel kanker payudara di sekitar areola.

Sel tumor yang menekan kelenjar payudara bisa menyebabkan kelenjar susu jadi mengencang. Gejala ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan selama beberapa pekan masih bisa bertahan.

 

  •  Puting payudara terasa nyeri

Rasa nyeri pada puting payudara bisa juga disebabkan oleh kista. Untuk mengetahui penyebab dari rasa nyeri ini anda bisa mengunjungi laboratorium untuk melakukan pemeriksaan ultrasonik.

 

  • Keluar cairan aneh di puting

Keluarnya cairan dari puting payudara yang berwarna merah atau coklat selain air susu merupakan gejala dari kanker payudara.

Selain itu kulit pada payudara terasa kasar, luka yang sulit sembuh pada bagian payudara dan perubahan warna kulit payudara yang berubah menjadi merah lalu coklat.

Untuk memastikan kelainan kelenjar susu tersebut anda bisa melakukan pemeriksaan ductogram dimana dokter akan menggunakan mikroskop untuk mengamati cairan guna mengetahui adanya sel kanker di dalam cairan tersebut.

 

 

Penyebab Kanker Payudara

Walaupun kanker payudara sudah memakan banyak korban jiwa, namun hingga sekarang masih belum diketahui mengenai penyebab dari kanker payudara.

Namun dunia medis mempunyai teori yang bisa menjadi rujukan mengenai penyebab dari kanker payudara, diantaranya :

  • Obesitas

Berat badan dan bentuk tubuh ternyata berhubungan dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause karena kelebihan lemak tubuh akan meningkatkan kadar hormon estrogen dan insulin, yang menjadi penyebab utama atas  terjadinya kanker.

 

  • Riwayat keluarga dan faktor genetik

Bila wanita mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker payudara  artinya mempunyai resiko kanker payudara yang lebih besar.

Resikonya bisa dua kali lipat bila dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga. Beberapa ahli medis menyebut kanker payudara ditularkan secara keturunan melalui gen.

 

  • Faktor reproduksi

Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara.

Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

 

  • Penggunaan hormon

Menurut sebuah penelitian, pengguna terapi estrogen replacement mempunyai peningkatan yang signifikan pada kanker payudara.

Walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Sel-sel yang sensitif terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

 

  • Usia

Semakin tua usia seorang wanita maka resikonya menderita kanker payudara akan semakin tinggi.

Wanita berusia 50-69 berada dalam kategori usia yang paling berisiko, terutama bagi mereka yang mengalami menopause terlambat.

 

  • Gaya hidup yang tidak sehat

Kurang gerak atau jarang berolahraga, pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur,  merokok dan mengkonsumsi alkohol akan meningkatkan resiko kanker payudara. Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebanyak 12%.

 

  • Radiasi ionisasi

Radiasi ionisasi yang terjadi selama atau sesudah pubertas dapat meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara.

 

  • Oral kontrasepsi

Kontrasepsi berupa pil meningkatkan resiko sebanyak seperempat kali lipat tapi karena pengguna oral kontrasepsi kebanyakan adalah wanita muda maka resiko menjadi lebih rendah.

 

  • Sering melahirkan

Wanita  (apalagi yang muda) yang memiliki anak memiliki resiko yang tinggi untuk terkena kanker payudara.

 

Selain itu masih ada faktor lain, yaitu payudara sering diremas-remas, kurang mendapatkan gizi, radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas; tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi.

Semua penyebab itu masih bersifat indikator, artinya penyebab utama kanker masih belum bisa dipastikan. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba gaya hidup yang sehat.

 

Leave a Reply